LOCKING LOYALTY


SANG BEGAWAN

I LIVE, I EAT, I DRINK, I SLEEP WITH MARKETING. ITULAH RAHASIA SANG BEGAWAN ,  ONE OF 50 GURUS WHO SHAPE FUTURE MARKETING . KEDALAMAN ILMU, KERAMAHAN DAN KERENDAHAN HATI AKAN MEMBEKAS PADA SETIAP ORANG YANG PERNAH BERSUA DENGANNYA

( Syukron Sazly)

 

Tahapan Loyalitas Pelanggan



Hermawan Kartajaya (2003:154) membagi tahapan loyalitas pelanggan ke dalam lima tingkatan sebagai berikut:
  1. Terrorist Customer
Adalah pelanggan yang menjelek-jelekan merek perusahaan dikarenakan tidak suka atau pernah tidak puas dengan layanan yang diberikan perusahaan. Pelanggan yang seperti ini seperti teroris yang suka menyusahkan perusahaan.
  1. Transactional Customer
Adalah pelanggan yang memiliki hubungan dengan perusahaan yang sifatnya sebatas transaksi, pelanggan seperti ini membeli satu atau dua kali setelah itu dia tidak mengulangi pembeliannya, atau apabila melakukan pembelian lagi sifatnya kadang-kadang. Pelanggan yang seperti ini mudah dating dan pergi karena tidak memiliki relationship yang baik dengan produk/merek prusahaan, basis relationship-nya adalah transaksional
  1. Relationship Customer
Tipe pelanggan ini nilai ekuitasnya lebih tinggi dibanding dua jenis pelanggan di atas, pelanggan jenis ini telah melakukan repeat buying dan pola hubungannya dengan produk/merek perusahaan adalah relasional.
  1. Loyal Customer
Pelanggan jenis ini tidak hanya melakukan repeat buying, tapi lebih jauh lagi sangat loyal dengan produk dan merek perusahaan. Bila ada orang lain yang menjelaskan perusahaan , pelanggan ini tetap bertahan, dia tetap bersama perusahaan seburuk apapun orang menjelekan perusahaan.
  1. Advocator Customer
Jenis pelanggan ini merupakan tingkatan tertinggi, pelanggan seperti ini sangat istimewa dan excellence, mereka menjadi aset terbesar perusahaan bila perusahaan memilikinya. advocator customer adalah pelanggan yang selalu membela produk dan merek perusahaan, pelanggan yang menjadi juru bicara yang baik kepada pelanggan lain dan pelanggan yang marah ada orang lain menjelek-jelekan perusahaan.
Sedangkan Menurut Griffin (2005:35), ada 8 (delapan) tahapan loyalitas, yaitu:
  1. Suspect
Meliputi semua orang yang akan membeli produk atau jasa perusahaan. Kita menyebutnya sebagai Suspect karena yakin bahwa mereka akan membeli tetapi belum mengetahui apapun mengenai perusahaan dan produk atau jasa yang ditawarkan.
  1. Prospek (Prospect)
Adalah orang-orang yang memiliki kebutuhan akan produk atau jasa tertentu dan mempunyai kemampuan untuk membelinya. Para prospect ini meskipun mereka belum melakukan pembelian, mereka telah mengetahui keberadaan  perusahaan dan produk atau jasa yang ditawarkan karena seseorang telah merekomendasikan produk atau jasa tersebut padanya.
  1. Prospek yang Diskualifikasi (Disqualified of Prospect)
Yaitu Prospect yang telah mengetahui keberadaan produk atau jasa tertentu atau tidak mempunyai kemampuan untuk membeli produk atau jasa.
  1. Pelanggan Pertamakali (First Time Buyer)
Yaitu konsumen yang membeli untuk pertama kalinya. Mereka masih menjadi konsumen dari produk atau jasa pesaing.
  1. Pelanggan Berulang (Repeat Customer)
Yaitu konsumen telah melakukan penelitian suatu produk sebanyak dua kali atau lebih. Mereka adalah yang melakukan pembelian atas 16 produk yang sama sebanyak dua kali, atau membeli dua macam produk yang berbeda dalam dua kesempatan yang berbeda pula.
  1. Klien (Client)
Client membeli semua produk atau jasa yang ditawarkan yang mereka butuhkan dan membeli secara teratur. Hubungan dengan  jenis pelangan ini sudah kuat dan berlangsung lama, yang membuat  mereka terpengaruh oleh tarikan persaingan produk lain.
  1. Penganjur (Advocate)
Seperti layaknya Client, Advocate membeli seluruh produk atau jasa yang ditawarkan yang ia butuhkan, serta melakukan pembelian secara teratur. Sebagai tambahan mereka mendorong teman-teman mereka agar membeli produk atau jasa tersebut. Ia membicarakan tentang produk atau jasa tersebut, melakukan pemasaran untuk perusahaan dan membawa konsumen untuk perusahaan tersebut.
  1. Pelanggan atau Klien yang Hilang:
Seseorang yang pernah menjadi pelanggan atau klien tetapi belum membeli kembali dari Anda sedikitnya dalam satu siklus pembelian yang normal
Dari pernyataan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menciptakan loyalitas pelanggan yang paling menguntungkan bagi perusahaan adalah dengan cara mencapai advocator customer atau dalam bahasa lain marketer harus menciptakan perilaku advokasi pelanggan tak terkecuali dalam bisnis pariwisata.

Indikator Loyalitas Pelanggan

Untuk melakukan penelitian mengenai loyalitas pelanggan menurut Hayes (2008:21) dapat dilakukan dengan hal sebagai berikut :
  1. Number of referral – Word Of Mouth (WOM); menilai jumlah orang yang merekomendasikan produk dengan mulut ke mulut.
  2. Decision to purchase again; menilai jumlah pelanggan yang membeli kembali.
  3. Decision to purchase different products; menilai pelanggan yang membeli produk selain yang pernah dibeli.
  4. Dicision to increase purchase size; menilai pelanggan yang menaikan ukuran pembeliannya.
  5. Customer retention dan defection rates; menilai tingkat retensi pelanggan dan tingkat switching pelanggan ke merek lain.


Sumber : https://pemasaranpariwisata.com/2018/02/14/konsep-loyalitas-pelanggan/

Referensi:

Griffin, Jill. 2005.  Customer Loyalty :  Menumbuhkan dan  Mempertahankan Kesetiaan Pelanggan. Alih bahasa : Dwi Kartini Yahya dan kawan kawan. Jakarta: Erlangga.
Hayes, Bob E. 2008. The True Test Of Loyalty.Quality Progress Magazine, Vol. 6, No. 41, pg. 20.
Oliver, Richard l, 1996. Satisfaction: A Behavioral Perpective On The Consumer, The McGraw-Hill Companise, Inc: New York.
Kartajaya, Hermawan. 2003. Marketing In Venus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kartajaya, Hermawan. 2003. Hermawan Kartajaya on Marketing. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I CAN IF I THINK I CAN

MEETING THE GURUS , HAVING THE PEARLS

MENYIKAPI TAKDIR DAN NASIB